Showing posts with label Buku. Show all posts
Showing posts with label Buku. Show all posts

Friday, February 19, 2010

Buku Baru: “Gus Dur Presiden Republik Akhirat”


Surabaya (GP Ansor Online): Sebuah buku yang mengupas kehidupan dan pemikiran mantan Presiden RI keempat Abdurrahman Wahid (Gus Dur) diluncurkan di Pasar Buku Indonesia Cerdas (PBIC) Kapas Krampung Plaza, Kamis (18/2/2010) hari ini.

Anehnya, judul buku itu sedikit kontroversial, yakni “Gus Dur Presiden Republik Akhirat”. Penulisnya adalah Ketua Ikatan Kerukunan Umat Beragama (IKUB) Jatim H Muhammad Zakki dan juga merupakan tokoh muda NU.

“Meski judulnya terkesan aneh dan kontroversial, Insya Allah menjadikan kita lebih semakin terbuka untuk melihat secara jernih dan arif. Yakni, pikiran dan keberanian yang gigih dari sosok Gus Dur tidak pernah basi untuk diulas dan diapresiasi. Gus Dur itu juga sebagai malaikat demokrasi,” kata M Zakki, sang penulis kepada beritajatim.com.

Menurut dia, penggeloraan semangat Gus Dur dalam hal menegakkan demokrasi dan pembelaan terhadap kelompok minoritas yang tertindas tidak akan terlupakan dalam catatan sejarah perjalanan bangsa Indonesia.

“Pikiran yang konsisten dan keberanian tangguh pada diri Gus Dur terus dibarakan, hingga mengkristal menjadi satu kekuatan besar untuk disumbangkan ke masyarakat, bangsa dan agama. Meski Gus Dur telah meninggal, beliau mewarisi pikiran dan keberanian harus diteladani generasi bangsa,” imbuhnya.

Pada saat acara bedah buku Gus Dur Presiden Republik Akhirat itu dihadiri sejumlah tokoh. Di antaranya adalah Wagub Jatim Saifullah Yusuf (Gus Ipul), adik kandung Gus Dur dr Umar Wahid, Rektor IAIN Sunan Ampel Surabaya Nur Syam, dan Cawawali Surabaya Edy Gunawan Santoso (EGS).

Sejumlah tokoh dari berbagai kalangan tersebut juga diminta menandatangani prasasti untuk Penganugerahan Rakyat Pahlawan Nasional untuk Gus Dur. [bj]

Source: http://www.gp-ansor.org/berita/buku-baru-gus-dur-presiden-republik-akhirat.html

Sejuta Hati Untuk Gus Dur

Damien Dematra
Harga : (+-) Rp 58.000,- *
Ukuran : 13.5 x 20 cm
Tebal : 432 halaman
Terbit : Januari 2010
Soft Cover
ISBN : 978-979-22-5346-7; 20401100019


Novel ini diadaptasi dari skenario film Gus Dur: The Movie, yang awalnya direncanakan akan diputar di bioskop-bioskop Indonesia pada ulang tahun GusDur yang ke-70 pada Agustus 2010. Namun, berpulangnya sang tokoh pada sang Pencipta sangat mengejutkan semua pihak, termasuk sang penulis, sehingga lahirlah inisiatif spontan untuk membuat versi novel sekaligus menggalang proyek pengumpulan Sejuta Hati untuk Gus Dur.

Dalam novel ini pembaca akan dibawa menyelami kehidupan seorang Gus Dur dari sebelum kelahirannya hingga akhir hayatnya. Semoga banyak manfaat yang bisa dipetik dari kehidupan sang tokoh besar, pahlawan kemanusiaan, bapak pluralisme, dan guru bangsa ini.

"Abdurrahman Wahid telah berangkat menghadap penciptanya untuk waktu tak terbatas. Bangsa ini telah kehilangan pahlawan humanis yang tidak mudah dicari penggantinya. Dengan novel ini, kenangan manis terhadap sahabat kita ini akan terus hidup dan segar dalam lipatan kurun yang panjang."
--Ahmad Syafii Maarif, guru bangsa

Thursday, January 21, 2010

99 Keistimewaan Gus Dur


Kategori : Buku
Pengarang: KH. A. Nur Alam Bakhtiar
Sambutan : KH. Abdurrahman Wahid
Pengantar : Prof. Dr. KH. Said Aqiel Siradj, MA.
Drs. H. A. Muhaimin Iskandar, M.Si.
Penerbit : Kuktura
Harga : 27.000

Buku ini ditulis oleh KH A. Nur Alam Bakhtir, Ketua Dewan Syuro DPW PKB Jakarta, seorang Pecinta Gus Dur, buku ini di buat untuk meluruskan kesalahpahaman yang banyak beredar di masyarakat,tentu terutama yang diedarkan para pembenci Gus Dur ( sebagian besar orang2 wahabi ).

Mantan Presiden KH. Abdurrahman Wahid (Gus Dur) adalah sosok luar biasa sehingga banyak atribut yang dialamatkan kepadanya. Ia dikenal sebagai seorang intelektual, budayawan, pekerja sosial, pemimpin, ulama dan lain-lain, kata KH. A. Nur Alam Bakhtir seorang ulama yang menulis buku 99 Keistimewaan Gus Dur. Buku dengan tebal 170 halaman itu ditulis dengan bahasa ringan yang mengupas tentang berbagai misteri Gus Dur yang dihitungnya menjadi 99 keistimewaan.

Prof. Dr. KH. Said Agiel Siradj, MA yang memberikan Kata Pengantar dalam buku tersebut mengatakan popularitas Gus Dur bukan semata-mata karena ia merupakan keturunan darah biru. Popularitas Gus Dur dibentuk melalui proses panjang, dimana ia pernah berorganisasi dan belajar di Mesir, Irak, serta beberapa negara Eropa. Disejumlah negara tersebut, Gus Dur tekun mempelajari berbagai macam pengetahuan, baik yang lahir dari rahim (tradisi) Islam maupun Barat. Perjalanan panjang pendidikan Gus Dur tersebut tentu memberikan kontribusi dalam mempopulerkan nama besarnya.

Buat yang Pecinta Gus Dur,para pembela Gus Dur,buku ini saya (KH A. Nur Alam Bakhtir) refrensiin untuk anda baca,karena saya yakin banyak diantara kita bingung bagaimana menjelaskan berita2 miring tentang gus dur yang dihembuskan para pembencinya,karena dibuku ini anda daptkan informasi yang sebenar-benarnya tentang gus dur.

Buat yang ragu ataupun membenci gus dur,tiada salahnya untuk dibaca,karena buku ini ga mengandung magic,yang mampu merubah anda menjadi pecinta gus dur(kalo percaya begituan berarti anda termasuk syirik), bisa jadi bahan refrensi anda juga.

Beberapa isi dari buku antara lain: mudah mengenal dan dikenal, banyak berkunjung dan dikunjungi, berani menghadapi tantangan, hapal banyak nomor telepon, mudah ditemu kapan, dimana dan oleh siapapun, mudah diwawancarai wartawan, beberapa pernyatannya tidak mudah diterjemahkan. Kritis terhadap siapa saja, banyak dikunjungi oleh calon-calon pemimpin, banyak sahabat, banyak juga rivalnya, banyak mengorbitkan tokoh, gigih membela kebenaran tanpa kompromi, tingkah lakunya unik dan khas, sense of humor-nya sangat tinggi, berjiwa pluralis, toleran terhadaop semua agama, sangat ditakuti koruptor, berani melambungkan gaji PNS, menjadi Presiden WCRP, visinya jauh ke depan, sangat piawai memilah-milah persoalan, sangat pemaaf terhadap orang yang mencacinya, sangat teguh memegang prinsip kebenaran, memuliakan ulama dan penebar Islam yang telah wafat, keberaniannya di atas rata-rata.

Selain itu, menurut Nur Alam Bakhtir, sangat tajam indera keenamnya, tidak suka berlebihan dalam hal protokoler, mentan pejabat yang tetap populer, tokoh yang dikagumi dan diikuti, banyak menerima penghargaan, Kyai Catur Yang Handal, konsiten dengan konsep persaudaraan, kezuhudannya teruji, inspirator yang mencerdaskan, sabar menghadapi fitnah, tokoh yang mudah diakses, selalu menjadi bintang dalam berbagai forum, mempunyai bargaining position yang tinggi, mata boleh tidak melihat, tapi hati terbelalak.

Gus Dur juga sebagai cendekiawan moralis, tidak terlena oleh pujian, tidak putus asa karena cacian, tulisan dan pidatonya sama-sama menarik, sering diimpikan orang, tokoh idialis yang tetap realistis dan seterusnya sampai 99 keistimewaan.

Ya Allah, Sungguh Saya Tak Pantas di Surga Tapi Juga Tak Kuat di Neraka...



Pengarang : Badiatul Roziqin
Stok : tersedia
Harga : Rp. 30000
Sinopsis :

Abu Nawas suatu kali berdoa, "Ya Allah, aku tidak pantas di surga, tetapi juga tidak kuat di neraka..." Doa ini benar-benar cerdas! Kalau Anda bertamu ke rumah seorang teman dan berkata kepadanya karena hidangan tidak kunjung keluar, "Bro, aku tidak mengharapkan hidangan keluar, tetapi aku haus dan lapar..." Bagaimana kira-kira reaksi sang tuan rumah? Hanya ada satu kemungkinan, sepelit apa pun tuan rumah itu, air putih pasti keluar. Nah, itulah yang kita harapkan! Kalau pun Allah tidak ridha memberikan surga yang tingkatannya paling tinggi, surga yang paling rendah pun tidak mengapa, bukan?

Sungguh mengerikan membayangkan diri yang gelimang dosa ini, tiba-tiba mati malam nanti, maka bagaimanakah nasibnya kelak di alam kubur, lalu alam akhirat? Kuatkah kita menghadapi dera berjuta siksa tak terperikan pedihnya?! Mampukah kita bertahan di neraka?! Nyamankah kita dengan segala balas-Nya yang amat menggentarkan setiap jiwa?!

Astaghfirullah...!

Sungguh, kita semua berharap dikembalikan ke surga-Nya, kendati kita sadar bahwa diri ini amat tak pantas di sana, mereguk segala nikmat-Nya, lantaran lumpur dosa yang tak terhingga lekat di hati dan jasad ini. Andaikan setiap dosa yang kita lakukan dijelmakan oleh Allah dalam wujud secuil daging tumor, niscaya sekujur tubuh ini telah hilang ditelan cuil-cuil tumor dosa itu! Sedemikian parahnya kita menikmati dosa, memapankan diri sebagai pendosa, tetapi kita seringkali terhenyak penuh kesadaran bahwa sungguh amat tak mungkin kita kuat bertahan di neraka-Nya!

Buku ini mengajak kita semua untuk belajar dengan rendah hati bagaimana seharusnya berterima kasih kepada Allah Azza wa Jalla, memohon ampun-Nya, mengharap ridha-Nya, selaku seorang hamba yang tak berdaya didera lumpur dosa-dosa. Inilah bacaan motivatif Islami pembangkit kekuatan hati untuk segera bersimpuh di kaki-Nya, dengan sebenar-benarnya simpuhan, menebus segala dosa, selagi ruh masih dikandung badan, mumpung surga dan neraka belum benar-benar terhampar di depan mata kita!

Source: divapress-online.com/ index.php/buku/detail/434