Thursday, January 21, 2010

Ya Allah, Sungguh Saya Tak Pantas di Surga Tapi Juga Tak Kuat di Neraka...



Pengarang : Badiatul Roziqin
Stok : tersedia
Harga : Rp. 30000
Sinopsis :

Abu Nawas suatu kali berdoa, "Ya Allah, aku tidak pantas di surga, tetapi juga tidak kuat di neraka..." Doa ini benar-benar cerdas! Kalau Anda bertamu ke rumah seorang teman dan berkata kepadanya karena hidangan tidak kunjung keluar, "Bro, aku tidak mengharapkan hidangan keluar, tetapi aku haus dan lapar..." Bagaimana kira-kira reaksi sang tuan rumah? Hanya ada satu kemungkinan, sepelit apa pun tuan rumah itu, air putih pasti keluar. Nah, itulah yang kita harapkan! Kalau pun Allah tidak ridha memberikan surga yang tingkatannya paling tinggi, surga yang paling rendah pun tidak mengapa, bukan?

Sungguh mengerikan membayangkan diri yang gelimang dosa ini, tiba-tiba mati malam nanti, maka bagaimanakah nasibnya kelak di alam kubur, lalu alam akhirat? Kuatkah kita menghadapi dera berjuta siksa tak terperikan pedihnya?! Mampukah kita bertahan di neraka?! Nyamankah kita dengan segala balas-Nya yang amat menggentarkan setiap jiwa?!

Astaghfirullah...!

Sungguh, kita semua berharap dikembalikan ke surga-Nya, kendati kita sadar bahwa diri ini amat tak pantas di sana, mereguk segala nikmat-Nya, lantaran lumpur dosa yang tak terhingga lekat di hati dan jasad ini. Andaikan setiap dosa yang kita lakukan dijelmakan oleh Allah dalam wujud secuil daging tumor, niscaya sekujur tubuh ini telah hilang ditelan cuil-cuil tumor dosa itu! Sedemikian parahnya kita menikmati dosa, memapankan diri sebagai pendosa, tetapi kita seringkali terhenyak penuh kesadaran bahwa sungguh amat tak mungkin kita kuat bertahan di neraka-Nya!

Buku ini mengajak kita semua untuk belajar dengan rendah hati bagaimana seharusnya berterima kasih kepada Allah Azza wa Jalla, memohon ampun-Nya, mengharap ridha-Nya, selaku seorang hamba yang tak berdaya didera lumpur dosa-dosa. Inilah bacaan motivatif Islami pembangkit kekuatan hati untuk segera bersimpuh di kaki-Nya, dengan sebenar-benarnya simpuhan, menebus segala dosa, selagi ruh masih dikandung badan, mumpung surga dan neraka belum benar-benar terhampar di depan mata kita!

Source: divapress-online.com/ index.php/buku/detail/434

Ahmadiyah: Ketundukan Ataukah Penolakan


Pada waktu berkampanye di Muara Teweh, Kalimantan Tengah, penulis artikel ini ditanya orang; mengapa penulis dapat menerima ajaran Ahmadiyah? Penulis menyebutkan bahwa ia tidak berurusan dengan benar tidaknya ajaran Ahmadiyah, melainkan mengikuti Undang-Undang Dasar 1945. Dokumen tersebut memberikan kemerdekaan dan kebebasan pada gerakan minoritas apapun, agama ataupun ras dan sebagainya, termasuk ajaran Ahmadiyah. Karena kita belum punya Undang-Undang Dasar lagi setelah UUD 1945, dengan sendirinya ialah yang dipakai sebagai dasar pertimbangan sampai saat ini. Karena itu, sikap mutlak-mutlak kan untuk ’memaksakan’ syariah Islamiyah dalam kehidupan bernegara kita menjadi sikap yang salah. Ia hanyalah keinginan sebuah kelompok kecil yang terorganisir dengan baik dan memperoleh pengakuan dari luar negeri.

Sikap memaksakan keyakinan agama dalam kehidupan bernegara, jelas-jelas melanggar Undang-Undang Dasar itu sendiri. Hal inilah yang menurut pendapat penulis artikel ini, harus dianggap sebagai titik lemah kaum muslimin golongan santri. Bahkan mengajukan klaim bahwa kaum santri adalah mayoritas dalam politik kita, adalah klaim yang harus diperbaiki segera. Karena kaum Abangan (mereka yang beragama Islam tetapi bukan santri) jumlahnya masih lebih besar dari kaum santri. Jadi, menidentifikasi kaum Abangan dan Kejawen dengan istilah Santri, sudah berarti kita melanggar kenyataan. Diperkirakan, jumlah kaum Abangan adalah 53 persen dan kaum santri 35 persen. Namun memang kaum Santri lah yang menentukan jalan kehidupan politik kita dewasa ini. Tetapi kesalahan tetap kesalahan dan harus diperbaiki. Dengan kata lain, mayoritas politik itu bersandar pada kekuatan kaum Santri dan kaum Abangan dan Kejawen sekaligus.

****

Dalam silsilah, penulis artikel ini adalah keturunan Sunan Kalijaga, salah seorang dari Wali Sembilan, dari perkawinan dengan anak perempuan Syekh Siti Jenar, yang kemudian diceraikannya. Karena itu, penulis artikel ini tidak pernah sampai hati membenarkan salah satu pihak saja, antara kaum Kejawen dan kaum Santri. Pertarungan antara kaum Kejawen dan kaum Santri itu merupakan sesuatu yang sudah berumur ratusan tahun dalam kehidupan masyarakat Jawa.


Pada saat ini, penulis artikel ini memandang moralitas/ akhlak para pelaksana pembangunan jauh dari harapan. Penilaian ini adalah konsekuensi dari slogan pembangunan negara dan bangsa yang dikehendaki penulis artikel ini, kejujuran dan keterbukaan.

Jadi, menuntut penulis artikel ini agar memihak kepada sesuatu ajaran, adalah hal yang harus diperbaiki. Dan kejujuran sikap itu baru ada ketika kita mengikuti UUD 1945 yang menjamin kemerdekaan berpikir, berpendapat dan sikap tidak melakukan tekanan apapun terhadap kaum minoritas di negeri kita. Inilah yang diingini oleh Undang-Undang Dasar 1945. Kalau ada sesuatu hal yang dianggap menyimpang dari toleransi seperti ini, maka ukuran satu-satunya untuk melakukan perbaikan-perbaikan adalah UUD 1945 itu sendiri. Kalau Nahdlatul Ulama terbiasa mendialogkan antara ajaran Islam dan semangat kebangsaan/ nasionalisme dan kalau Muktamar NU ke-9 di Banjarmasin, Kalimantan Selatan (tahun 1935) menetapkan bahwa tidak wajib bagi kaum muslimin di negeri ini untuk mendirikan negara Islam, maka ‘wajar-wajar’ saja apabila kita lalu mengambil Pancasila (buatan Bung Karno) pada 1 Juli 1945 sebagai Dasar Negara.

Ini juga berarti wajar bagi sikap PBNU yang mengeluarkan Resolusi Jihad pada tanggal 22 Oktober 1945. Juga pembentukan Markas Besar Oelama Jawa Timur (MBODT) sebagai alat pendukung logistik perang oleh para kyai di Wonorejo, sekarang Kota Surabaya, pada 10 November 1945, yang didengung-dengungkan sebagai hari Pahlawan. Mereka mendukung Bung Tomo dan kawan-kawan memimpin pertempuran fisik melawan tentara Inggris dan sekutu-sekutu. Jadi wajar saja kalau para ulama/kyai NU di bawah pimpinan penulis umum (Khatib ‘Am) KH. A. Wahab Chabullah sebagai komandan dan KH. M. Bisri Syansuri sebagai wakil sekretaris umum PBNU mendukung logistik yang diperlukan. Bung Tomo dan kawan-kawan tidak bisa bertempur tanpa logistik tersebut, tetapi juga kerja logistik tidak ada gunanya kalau tidak untuk bertempur. Setelah selesai dengan pertempuran dan logistiknya dalam tahun 1945 itu, maka KH. Wahab Chasbullah dan KH. M. Bisri Syansuri kembali ke pesantren mereka untuk melanjutkan tugas semula: mengajarkan buku-buku/ kitab-kitab di pesantren masing-masing.

Inilah hakikat perjuangan mereka yang jarang diketahui umum. Ini akibat pertarungan dalam tubuh APRI kita dahulu, yang lebih mengutamakan rasionalisasi dalam bentuk mengecilkan peranan kaum Santri di tubuh angkatan perang negara ini. Sejarah perjuangan kita sebagai bangsa memang banyak yang masih harus dikaji kembali. Jadi, kita harus mampu selalu mengadakan tinjauan tentang masa lampau kita sendiri. Karenanya sikap yang tampaknya seperti penolakan sebenarnya adalah penerimaan yang nantinya akan dijalankan bersama. Cukup indah, bukan?

Oleh: Abudrrahman Wahid*


Source: http://www.facebook.com/pages/Kongkow-Bareng-GUS-DUR/52807600689?ref=search&sid=1441087502.2798493288..1#/notes/kongkow-bareng-gus-dur/ketundukan-ataukah-penolakan/426464830164

Film: Merah Putih


Merah Putih (2009) VCD | 1.07 GB | Rapidshare | Mediafire | Multiupload

iMBD Rating: 7.1/10 10 votes
Genre: Drama | War
Language: Indonesian
Release Date: 13 August 2009 (Indonesia)
Produser : Hashim Djojohadikusumo, Rob Allyn, Jeremy Stewart
Produksi : Pt Media Desa Indonesia, Margate House
Homepage : http://www.merahputihthefilm.com/
Pemain : Lukman Sardi, Donny Alamsyah, Darius Sinathrya, Zumi Zola, Teuku Rifnu Wikana, Rahayu Saraswati
Sutradara : Yadi Sugandi
Penulis : Conor Allyn, Rob Allyn

Berlatar sejarah otentik perjuangan Indonesia untuk kemerdekaan pada tahun 1947 ketika terjadi Agresi Militer Belanda pimpinan Van Mook yang menyerang jantung kaum republik di Jawa Tengah, MERAH PUTIH bercerita tentang sekelompok pejuang kemerdekaan yang harus bersatu untuk bertahan dari pembunuhan, berjuang sebagai pejuang gerilya, untuk menjadi anak-anak bangsa sesungguhnya, terlepas dari konflik pribadi yang tajam dan perbedaan yang besar dalam kelas sosial, suku, daerah asal, agama, dan kepribadian

Dibesut dalam format film 35-millimeter, MERAH PUTIH melibatkan ahli perfilman internasional terbaik dalam bidang special effects dan tata teknis lain yang berpengalaman di perfilman Hollywood: Koordinator Special Effects dari Inggris Adam Howarth (SAVING PRIVATE RYAN, BLACKHAWK DOWN), Koordinator Pemeran Pengganti Rocky McDonald (MISSION IMPOSSIBLE II, THE QUIET AMERICAN), Make-Up dan Visual Effects Artist Rob Trenton (BATMAN - THE DARK KNIGHT), Ahli persenjataan John Bowring (CROCODILE DUNDEE II, THE MATRIX, THE THIN RED LINE, AUSTRALIA, X-MEN ORIGINS:WOLVERINE) dan Asisten Sutradara Mark Knight (DECEMBER BOYS, BEAUTIFUL)


Download

http://rapidshare.com/files/327307588/Merah_Putih_2009_VCD.part1.rar
http://rapidshare.com/files/327307348/Merah_Putih_2009_VCD.part2.rar
http://rapidshare.com/files/327307372/Merah_Putih_2009_VCD.part3.rar
http://rapidshare.com/files/327307337/Merah_Putih_2009_VCD.part4.rar
http://rapidshare.com/files/327307316/Merah_Putih_2009_VCD.part5.rar
http://rapidshare.com/files/327307122/Merah_Putih_2009_VCD.part6.rar
or
http://www.multiupload.com/V7JMWAGG6F
http://www.multiupload.com/PY8BLBO661
http://www.multiupload.com/53WRVBM53M
http://www.multiupload.com/FGXP4AZWGO
http://www.multiupload.com/KYVKCOEIIX
http://www.multiupload.com/ZIQ2BZ7HHA

password: www.downloadbox.org

Lihat juga:

Ketika Cinta Bertasbih 1 (KCB 1)

Ketika Cinta Bertasbih 2 (KCB 2)


Source: http://downloadbox.org/movies-tv-show/film-indonesia/21563-merah-putih-2009-vcd.html

Film: Ketika Cinta Bertasbih 2 (KCB 2)


Ketika Cinta Bertasbih 2 (2009) DVDRip | 1.17 GB | Torrent | Mediafire | Rapidshare

iMBD Rating: (awaiting 5 votes)
Genre: Drama
Sutradara: Chaerul Umam

Video: XVID 720x576 25.00fps 1199Kbps
Audio: MPEG Audio Layer 3 48000Hz stereo 128Kbps
Runtime: 125 minutes

Lulus S-1 dari sebuah perguruan tinggi yang memiliki pengaruh wibawa "kealiman", tidak menyebabkan Azzam mendapat kemudahan dalam segala urusan. Dia bahkan gamang untuk mendapatkan pekerjaan yang pas. Belum lagi cibiran tetangga yang mengira bahwa lulusan Al-Azhar University otomatis menjadi kiyahi, atau ulama besar. Itu kenapa sang ibu menjadi gelisah, bahkan menyuruh adik Azzam, Husna untuk mencarikan pekerjaan, apa saja yang penting asal kesannya bekerja, keluar dari rumah

Dengan latar belakang pengalaman berwirausaha selama di Mesir, Azzam pun tidak patah semangat untuk membangun usahanya sendiri. Tetapi bagaimana dengan menikah, hal yang selalu disinggung oleh ibunya

Wanita yang ia dambakan, Anna Althafunnisa telah dipinang sahabatnya sendiri. Sedangkan dengan Eliana yang jelas-jelas menaruh hati padanya belum bisa ia terima, karena ia masih mendambakan wanita muslimah. Azzam pun berusaha mencari tambatan hatinya, walaupun cukup banyak hambatan yang ia hadapi, yang kemudian membuatnya hampir putus asa

Bagaimanakah kelanjutan perjalanan cinta dan hidup Azzam? Lalu bagaimana nasib pernikahan Anna & Furqon, mengingat Furqon masih menyimpan rahasia besar dalam hidupnya? Akankah Eliana tergerak hatinya untuk menjadi wanita muslimah seutuhnya dan mendapatkan cinta Azzam?

Cast:
Kholidi Asadi Alam AS Abdullah Khaerul Azzam
Oki Setiana Dewi AS Anna Althafunnisa
Alice Sofie Norin AS Eliana Parmesthi Alam
Andi Arsyil Rahman Putra AS M.Furqon
Meyda Sefira AS Ayatul Husna
Deddy Mizwar AS Kyai Luthfi Hakim
Ninik L. Karim AS Ms Malikatun
Dude Harlino AS Ustad M.Ilyas
Asmirandah AS dr. Vivi
Neno Warisman AS Bu Fadilah
Mediana Hutomo AS Kyai Luthfi’s Wife
Cut Yanthi AS Furqon’s Mother
Aspar Paturusi AS Furqon’s Father
Unang Bagito AS Kang Paimo
Cici Tegal AS Ms Mahbub’s



Download Film Ketika Cinta Bertasbih 2 (KCB 2)

http://x7.to/f4j43k

or

http://hotfile.com/dl/23991280/3406deb/KCB2.2009.DVDRip-downloadbox.org.part1.rar.html
http://hotfile.com/dl/23991105/bb2308b/KCB2.2009.DVDRip-downloadbox.org.part2.rar.html
http://hotfile.com/dl/23991588/7245263/KCB2.2009.DVDRip-downloadbox.org.part3.rar.html
http://hotfile.com/dl/23991217/4bfd6fc/KCB2.2009.DVDRip-downloadbox.org.part4.rar.html
http://hotfile.com/dl/23991688/3b453bf/KCB2.2009.DVDRip-downloadbox.org.part5.rar.html
http://hotfile.com/dl/23991292/f6d7a4a/KCB2.2009.DVDRip-downloadbox.org.part6.rar.html
http://hotfile.com/dl/23991704/81d6592/KCB2.2009.DVDRip-downloadbox.org.part7.rar.html

or

http://www.multiupload.com/XCOCBE2J6T
http://www.multiupload.com/2RYQO2ESOY
http://www.multiupload.com/GFBCZHLC2N
http://www.multiupload.com/POUISWQ6QN
http://www.multiupload.com/R627K2QJWL
http://www.multiupload.com/CX24WUB5KH
http://www.multiupload.com/WLV1Q714D0

or

http://rapidshare.com/files/334551807/KCB2.2009.DVDRip-downloadbox.org.part1.rar
http://rapidshare.com/files/334551821/KCB2.2009.DVDRip-downloadbox.org.part2.rar
http://rapidshare.com/files/334552315/KCB2.2009.DVDRip-downloadbox.org.part3.rar
http://rapidshare.com/files/334552323/KCB2.2009.DVDRip-downloadbox.org.part4.rar
http://rapidshare.com/files/334552868/KCB2.2009.DVDRip-downloadbox.org.part5.rar
http://rapidshare.com/files/334552827/KCB2.2009.DVDRip-downloadbox.org.part6.rar
http://rapidshare.com/files/334552889/KCB2.2009.DVDRip-downloadbox.org.part7.rar

password: www.downloadbox.org

Source: http://downloadbox.org/movies-tv-show/film-indonesia/23369-ketika-cinta-bertasbih-2-2009-dvdrip.html

Film Ketika Cinta Bertasbih 1 (KCB 1)


MEGA FILM KETIKA CINTA BERTASBIH (KCB) diangkat dari novel mega best seller Asia Tenggara, karya penulis bertangan dingin Habiburrahman El Shirazy. Film yang menceritakan kehidupan tokoh utamanya Khairul Azzam, seorang mahasiswa Indonesia yang sedang menuntut ilmu di Al-Azhar University, Kairo. Cerita yang bisa menjadi inspirasi bagi kita, ketika melihat bagaimana kerja keras sang tokoh yang menuntut ilmu sekaligus berjuang menghidupi ibu dan adik-adiknya di kampung. Cerita yang juga bisa menuntun kita, ketika melihat usaha dan perjuangan Khairul Azzam dalam menemukan jodohnya dengan tetap selalu teguh berpedoman kepada ajaran agama

Setting filmnya sendiri benar-benar disesuaikan dengan gambaran yang ada di novel. Penonton benar-benar akan dimanjakan dengan pemandangan Kota Kairo, Sungai Nil, Pyramid, Sphinx, Kota Alexandria dengan pemandangan laut Mediterania yang indah, Benteng Qait Bay, dan banyak lagi landscape Mesir yang sangat menarik dalam film ini

Produser :Mitzy Christina, Cindy Christina
Produksi :Sinemart Pictures

Pemain : Kholidi Asadil Alam, Oki Setiana Dewi, Alice Norin, Andi Arsyil Rahman, Meyda Safira, Deddy Mizwar, Ninik L. Karim, Didi Petet, Habiburrahman El Shirazy, Aspar Paturusi, Prof.dr. Din Syamsudin, Slamet Rahardjo, El Manik, Tika Putri

Sutradara : Chaerul Umam
Penulis : Imam Tantowi

Berikut adalah beberapa link gratis yang dapat digunakan untuk men- download Film Ketika Cinta Bertasbih 1 (KCB 1)


Single Link
http://www.storage.to/get/MpWQFX6H/Downloadbox.org-Ketika-cinta-bertasbih-2009.avi
or
http://www.uploadline.com/244373843621/Downloadbox.org-Ketika-cinta-bertasbih-2009.avi
or
http://www.multiupload.com/Y88W5OW6JX

400 MB Link
http://hotfile.com/dl/17028821/c0e1fa5/Ketika-cinta-bertasbih-2009.part1.rar.html
http://hotfile.com/dl/17028822/b0d5fc5/Ketika-cinta-bertasbih-2009.part2.rar.html
http://hotfile.com/dl/17028679/5e6d94c/Ketika-cinta-bertasbih-2009.part3.rar.html
or
http://netload.in/dateiekmz2jl5yD/Ketika-cinta-bertasbih-2009.part1.rar.htm
http://netload.in/dateilApeqNtxQP/Ketika-cinta-bertasbih-2009.part2.rar.htm
http://netload.in/dateiDreGBZ7vLH/Ketika-cinta-bertasbih-2009.part3.rar.htm

200 MB Link
http://rapidshare.com/files/304315235/Ketika_cinta_bertasbih_2009.part1.rar
http://rapidshare.com/files/304314802/Ketika_cinta_bertasbih_2009.part2.rar
http://rapidshare.com/files/304314542/Ketika_cinta_bertasbih_2009.part3.rar
http://rapidshare.com/files/304316760/Ketika_cinta_bertasbih_2009.part4.rar
http://rapidshare.com/files/304313958/Ketika_cinta_bertasbih_2009.part5.rar

Lihat juga Ketika Cinta Bertasbih 2 (KCB 2)

Source: http://downloadbox.org/movies-tv-show/film-indonesia/17154-ketika-cinta-bertasbih-2009.html

Wednesday, January 6, 2010

Lagu Kesukaan Gus Dur 2 (Remang-remang)




Selain lagu Al-i’tiraf (Doa abu Nawas), Gus Dur juga senang pada Lagu Remang-Remang. lagu ini merupakan lagu dangdut pantura, atau lebih dikenal dengan sebutan Tarling Pantura. Lagu ini menceritakan tentang kisah perjuangan perempuan yang berusaha memenuhi kebutuhan hidupnya yang keras. Kehidupan masyarakat di Pantura, khususnya Indramayu yang keras dengan keadaan sosialnya yang sedemikian rupa menjadi ‘tema’ dari lagu ini.

Berikut adalah lirik dari lagu Remang-Remang :

Remang-remang sinar lampu wayah sore
ganti surute srengenge
Nunggu kakang wis lawas langka kabare
Rasa pegel duh kakang sun ngentenane

Remang-remang sinar lampune madangi
Kadang keton lintang wis ora perduli
Kula seneng waktu deweke njanjeni
Wong ganteng aja gawe lara ati

Jare lunga bli suwe
Lawas olih sewengi
Kula percaya bae
Nyatane kakang bohongi

Angel jaman saiki
Luruh lanang sejati
Sing mung ana siji
Kang siji wis duwe rabi

Remang-remang sepanjang jalan pantura
Gadis manis pada midang pinggir dalan
Jare seneng bisa bantui wong tua
Kadang nangis urip mengkenen sampai kapan

Download lagu Remang-remang (Tarling Pantura)

Lagu Kesukaan Gus Dur [Al-i’tiraf (Doa abu Nawas) - Ilahi lastu lil Firdaus]

Bangsa Indonesia kembali berduka di penghujung tahun 2009 dengan gugurnya salah satu Guru Bangsa yang telah mengabdikan jiwa dan raganya untuk bangsa Indonesia tercinta. Beliau tidak lain dan tidak bukan adalah KH. Abdurrahman Wahid atau yang kerap disapa dengan Gus Dur. Berpulangnya Gus Dur ke Rahmatullah meninggalkan duka yang mendalam bagi banyak orang, tidak hanya keluarga, teman dan sahabatnya, namun kaum nahdiyin dan bahkan saudara lintas agamapun juga turut berduka. Karena jasa beliau untuk kerukunan umat beragama di Indonesia dan Internasional tidak dapat diragukan lagi.

Namun sepeninggalannya Gus Dur, diketahui bahwa kehidupan Gus Dur sangat erat sekali dengan yang namanya seni dan budaya terbukti dengan ditayangkannya lagu Al-i’tiraf (Doa abu Nawas)yang dinyayikan Gus Dur di TV. Berikut adalah lirik lagu tersebut:


Ilahi lastu lilfirdausi ahla, walaa aqwa ‘ala naaril jahiimi
Fahabli taubatan waghfir dzunubi, fainaka ghafirudz- dzanbil ‘adzimi….

Duh Gusti… tidak layak aku masuk ke dalam sorga-Mu
tetapi hamba tiada kuat menerima siksa neraka-Mu
Maka kami mohon taubat dan mohon ampun atas dosaku
sesungguhnya Engkau Maha Pengampun atas dosa-dosa….


Silahkan download disini: Al-i’tiraf

DOWNLOAD juga:

Munajat - Gus Dur


Sholawat Badr - Gus Dur

Gugur Bunga by Lianto Tjahjoputro untuk Gus Dur

Gugur Bunga (dengan lirik)

Sebuah Pengakuan by Lianto Tjahjoputro untuk Gus Dur


Puisi Ketua Matakin untuk Gus Dur

Tausiyah Gus Dur

Terima Kasih by Jamrud (Gus Dur Version)